Bintang R Coronae Borealis memang aneh. Mereka sudah tua, kaya karbon, dan berperilaku tidak sesuai dengan model bintang standar. Selama berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun, kecerahannya tetap. Lalu, tanpa peringatan, warnanya meredup. Penurunannya sangat dramatis. Itu terjadi dalam hitungan minggu.
Ini bukan sebuah kedipan. Ini adalah sebuah penurunan.
Begitu kegelapan mulai terjadi, bintang tidak akan pulih dengan cepat. Diperlukan waktu berbulan-bulan untuk kembali ke luminositas sebelumnya. Dan pendakiannya tidak teratur. Tidak ada ritme yang dapat diprediksi. Objek-objek ini termasuk dalam kelas kecil variabel khusus. Ciri khasnya adalah peredupan yang tiba-tiba dan dahsyat yang diikuti dengan pemulihan yang lambat dan tersendat-sendat.
Para ilmuwan mempunyai teori mengenai perilaku ini. Ini tidak ada hubungannya dengan pendinginan inti bintang atau kehabisan bahan bakar. Bintang itu sendiri tetap terang. Masalahnya ada di depannya.
Bintang itu mengeluarkan awan karbon. Karbon ini terlempar ke luar angkasa dan mengembun dengan cepat di dekat bintang. Ini membentuk awan gelap yang pekat. Awan ini menghalangi cahaya. Ini bertindak seperti penutup mata kosmik. Bintang itu masih bersinar. Kami tidak bisa melihatnya karena jelaga.
Penurunan kecerahan disebabkan oleh emisi karbon dari bintang, yang kemudian mengembun menjadi awan padat di dekat bintang.
Akhirnya, awan itu menghilang. Itu menyebar. Itu menipis. Saat materinya menjauh, bintang tersebut kembali terlihat. Kecerahan kembali. Tapi timeline-nya berantakan. Itu terjadi secara perlahan. Hal ini terjadi secara tidak teratur.
Detail mengenai bagaimana awan karbon ini terbentuk dan menyebar masih belum jelas. Kita tahu karbon ada di sana. Kami tahu itu menghalangi cahaya. Namun mekanisme pasti ledakan atau lontaran yang menciptakan awan ini masih menjadi misteri. Mengapa hal itu terjadi sekarang? Lalu mengapa?
Bintang-bintang ini berfungsi sebagai pengingat bahwa evolusi bintang tidak selalu berupa garis lurus. Ini bisa terjadi secara tiba-tiba. Hal ini dapat dikaburkan. Ini bisa jadi berantakan. Bintang R Coronae Borealis menjadi saksi bisu dari proses yang baru mulai kita petakan. Alam semesta masih punya trik tersendiri.

















