Anjing Dapat Mempelajari Kata-kata dengan Menguping, Penelitian Baru Menunjukkan

13

Para peneliti telah menemukan bahwa anjing tertentu, yang dijuluki “pembelajar kata yang berbakat,” dapat memperoleh nama-nama objek hanya dengan mendengar percakapan – sebuah keterampilan yang sebelumnya diamati pada anak kecil dan primata lainnya. Temuan yang dipublikasikan di Science ini menunjukkan bahwa kemampuan belajar dari ucapan yang didengar tidak hanya dimiliki manusia dan mungkin telah berevolusi sebelum bahasa itu sendiri.

Cara Kerja Penelitian

Tim tersebut melakukan eksperimen dengan sepuluh anjing yang sangat cerdas, termasuk Border Collies dan anjing penyelamat. Dalam satu pengujian, anjing diajari secara langsung nama-nama mainan baru melalui asosiasi yang berulang-ulang. Di negara lain, mainan yang sama diberi nama saat dibagikan antar anggota keluarga, tanpa interaksi langsung dengan anjing.

Hasilnya sangat konsisten: anjing dengan benar mengambil mainan baru berdasarkan namanya hampir 90% dari waktu ketika mereka diajari labelnya secara langsung. Anehnya, bahkan ketika mereka hanya mendengar nama-namanya, mereka masih memilih mainan yang tepat sekitar 80% – sebuah hasil yang sebanding secara statistik. Anjing-anjing tersebut secara konsisten mengungguli peluang acak di kedua skenario.

Implikasinya: Kecerdasan Sosial Sebelum Bahasa?

Shany Dror, peneliti utama, menekankan bahwa kemampuan ini bergantung pada isyarat sosial yang kompleks: “Anjing harus mengidentifikasi kata yang relevan dalam percakapan, kemudian menggunakan tatapan, gerak tubuh, dan nada vokal untuk memahami maksud kata tersebut.” Studi ini menunjukkan bahwa keterampilan ini sudah ada sebelum bahasa itu sendiri. Para peneliti berteori bahwa manusia pertama-tama mengembangkan kemampuan untuk memahami interaksi sosial yang kompleks, dan kemudian menerapkan pemahaman tersebut untuk mengembangkan bahasa.

Beyond Dogs: Apa Artinya bagi Kognisi Hewan

Bonobo yang dibesarkan di lingkungan yang kaya bahasa dan bahkan burung beo abu-abu Afrika telah menunjukkan kemampuan serupa, tetapi ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan fenomena tersebut pada anjing keluarga pada umumnya. Prof Marilyn Vihman dari UC Berkeley mencatat bahwa alasan mengapa beberapa anjing unggul dalam pembelajaran kata masih belum jelas, namun ketergantungan anjing pada isyarat manusia membuat temuan ini tidak mengejutkan. Dia juga berpendapat bahwa asumsi sebelumnya tentang tuntutan kognitif pembelajaran kata pada manusia mungkin terlalu dilebih-lebihkan.

Fakta bahwa keterampilan ini ada pada spesies non-manusia menunjukkan akar evolusinya yang dalam. Tampaknya kemampuan untuk memahami interaksi sosial yang kompleks menjadi prioritas pertama, kemudian bahasa berkembang sebagai alat untuk lebih menyempurnakan interaksi tersebut.

Penelitian ini menggarisbawahi bahwa anjing memiliki tingkat kecerdasan sosial yang sebelumnya dianggap remeh. Implikasi penelitian ini melampaui kognisi anjing, menunjukkan bahwa landasan bahasa mungkin tidak terletak pada kemampuan vokal, namun pada kemampuan untuk menafsirkan dan belajar dari dunia sosial.

Artikulli paraprakVirus Paus Mematikan Ditemukan di Arktik untuk Pertama Kalinya
Artikulli tjetërLubang Hitam Melahap Bintang dalam Ledakan Kosmik yang Memecahkan Rekor