Pulsar Didefinisikan Ulang: Sinyal Radio Muncul Dari Luar Medan Magnet

13

Para astronom telah membalikkan asumsi lama tentang pulsar, dan menemukan bahwa bintang mati yang berputar cepat ini memancarkan sinyal radio tidak hanya dari kutubnya, tetapi juga dari ujung jangkauan magnetnya. Temuan ini menantang teori yang sudah ada selama puluhan tahun dan mengungkap perilaku yang jauh lebih kompleks pada objek kosmik ekstrem ini.

Apa itu Pulsar?

Pulsar adalah sejenis bintang neutron—inti bintang masif yang runtuh dan kehabisan bahan bakar. Ledakan tersebut menciptakan sebuah benda yang sangat padat sehingga satu sendok teh akan berbobot 10 juta ton di Bumi. Keruntuhan ini juga menghasilkan medan magnet yang sangat kuat dan memutar bintang hingga 700 kali per detik.

Saat bintang-bintang ini berputar, pancaran radiasi keluar dari kutub magnetnya, menyapu alam semesta seperti sinar mercusuar. “Mercusuar kosmik” inilah yang kita amati sebagai pulsar, dan kecepatan rotasinya yang tepat menjadikannya “jam” yang dapat diandalkan untuk mengukur waktu di alam semesta.

Penemuan Baru: Emisi Radio dari Tepian

Tim peneliti menganalisis pengamatan radio terhadap pulsar 200 milidetik (pulsar yang berputar sangat cepat) bersama dengan data sinar gamma. Mereka menemukan bahwa sekitar sepertiga dari pulsar ini memancarkan gelombang radio dari berbagai wilayah di sekitar bintang, tidak hanya dari kutub. Sebaliknya, hanya 3% bintang neutron yang berotasi lebih lambat menunjukkan perilaku serupa.

Korelasi antara emisi radio jarak jauh dan ledakan sinar gamma yang terdeteksi oleh Teleskop Luar Angkasa Fermi milik NASA menegaskan bahwa keduanya berasal dari daerah non-polar yang sama di sekitar pulsar. Ini berarti sinyal radio tidak terbatas pada pancaran sempit yang biasanya diasosiasikan dengan pulsar.

Peran Sheet Saat Ini

Kunci dari fenomena ini tampaknya adalah “lembaran arus” – aliran partikel bermuatan yang berputar-putar dan meluas jauh melampaui kutub magnet pulsar. Lembaran ini diketahui menghasilkan emisi sinar gamma, dan kini jelas bahwa lembaran ini juga menghasilkan gelombang radio.

Tim berteori bahwa pulsar milidetik memancarkan gelombang radio baik dari kutubnya dan dari lembaran arus yang jauh ini. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa pulsar memiliki pola gelombang radio yang tidak menentu: sinyal yang diamati bergantung pada bagaimana orientasi pulsar relatif terhadap Bumi.

Implikasi terhadap Deteksi dan Penelitian

Penemuan ini mempunyai implikasi yang signifikan. Pulsar kini diharapkan lebih mudah dideteksi karena gelombang radio memancar ke berbagai arah. Hal ini sangat penting untuk penelitian gelombang gravitasi, yang mengandalkan sinyal pulsar dengan waktu yang tepat.

“Saat kami mendeteksi sinyal baik dari permukaan bintang maupun dari ujung jangkauan magnetnya, penelitian ini menunjukkan bahwa bintang kecil yang berputar cepat ini bahkan lebih kompleks dan mengejutkan dari yang kami duga,” kata Simon Johnston, anggota tim di CSIRO.

Namun, mekanisme pasti di balik bagaimana pulsa radio dihasilkan sejauh ini dari bintang neutron masih menjadi misteri. Memahami proses ini sangat penting untuk memanfaatkan pulsar sebagai instrumen astronomi yang tepat.

Intinya, penelitian ini menunjukkan bahwa pulsar jauh lebih dinamis dan tidak dapat diprediksi dibandingkan asumsi sebelumnya, sehingga memerlukan evaluasi ulang terhadap model yang ada.

Попередня статтяPikiran Berkeliaran ke Sensasi Fisik Terkait dengan Kesehatan Mental