Bulan saat ini berada dalam fase Waxing Gibbous, yang berarti lebih dari setengahnya diterangi saat mendekati kecerahan penuh. Hingga hari ini, 29 Desember 2025, sekitar 69% permukaan Bulan terlihat, sehingga memberikan peluang yang sangat baik untuk observasi.
Yang Dapat Anda Lihat Malam Ini
Dengan mata telanjang, pengamat dapat dengan mudah melihat ciri-ciri bulan yang menonjol seperti dataran gelap dan mulus yang dikenal sebagai Mares Fecunditatis dan Serenitatis, serta Kawah Copernicus yang mencolok. Teropong meningkatkan visibilitas, mengungkap detail di Kawah Endymion, Pegunungan Alpen yang terjal, dan Pegunungan Apennine yang menjulang tinggi. Bagi mereka yang memiliki teleskop, detail lebih lanjut akan muncul: termasuk lokasi pendaratan Apollo 11 yang bersejarah dan dataran tinggi Descartes dan Fra Mauro.
Penjelasan Bulan Purnama & Siklus Bulan Berikutnya
Bulan purnama berikutnya dijadwalkan pada 3 Januari 2025. Bulan purnama sebelumnya terjadi pada tanggal 4 Desember. Bulan mengorbit Bumi sekitar 29,5 hari, menyelesaikan satu siklus fase penuh. Perubahan yang biasa kita lihat – dari bulan baru ke bulan purnama dan seterusnya – bukan disebabkan oleh perubahan bentuk Bulan, namun tentang seberapa banyak permukaan Bulan yang diterangi matahari menghadap kita saat ia mengorbit.
Memahami Delapan Fase Bulan
Siklus bulan dibagi menjadi delapan fase berbeda:
- Bulan Baru: Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang terlihat menjadi gelap.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya tipis muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Pertama: Tepatnya separuh Bulan yang menyala di sisi kanan, menyerupai bulan sabit.
- Waxing Gibbous: Lebih dari separuh Bulan diterangi, namun belum purnama.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan yang terlihat terang benderang.
- Waning Gibbous: Bulan mulai kehilangan pencahayaan di sisi kanan.
- Kuartal Ketiga (atau Kuartal Terakhir): Separuh Bulan menyala lagi, tapi sekarang di sisi kiri.
- Bulan Sabit yang Memudar: Sepotong cahaya yang semakin berkurang tetap berada di sisi kiri sebelum menghilang.
Fase-fase ini merupakan aspek mendasar dalam astronomi, yang tidak hanya memengaruhi pengamatan kita, tetapi juga kalender sejarah dan tradisi budaya. Fase Bulan adalah pengingat sederhana namun menarik tentang mekanisme langit yang berperan di tata surya kita.





















