Lubang Hitam Melahap Bintang dalam Ledakan Kosmik yang Memecahkan Rekor

13

Para astronom telah mengamati peristiwa kosmik yang belum pernah terjadi sebelumnya – sebuah lubang hitam menghancurkan sebuah bintang masif, melepaskan energi yang setara dengan 400 miliar matahari. Dijuluki “the Whippet” (resminya AT2024wpp), Peristiwa Gangguan Pasang Surut (TDE) ini merupakan salah satu ledakan terkuat yang pernah terdeteksi, sehingga mendorong batas pemahaman kita mengenai interaksi kekerasan ini.

Fisika Penghancuran Bintang

TDE terjadi ketika sebuah bintang berada terlalu dekat dengan gravitasi lubang hitam yang kuat. Gaya pasang surut lubang hitam meregangkan dan menekan bintang menjadi untaian materi yang panjang dan tipis—sering digambarkan sebagai “stellar spaghetti”. Materi ini berputar mengelilingi lubang hitam, membentuk cakram akresi yang memberi makan lubang hitam. Namun proses ini tidak rapi; beberapa dari bintang yang tercabik-cabik itu dikeluarkan dengan jet yang kuat.

Whippet menonjol karena skalanya yang besar. Peristiwa ini bukan sekadar TDE, ini adalah salah satu ledakan kosmik paling energetik yang pernah diamati. Keluaran energi Whippet sangat ekstrem bahkan melampaui keruntuhan bintang masif menjadi supernova.

Penemuan dan Konfirmasi

Whippet pertama kali terdeteksi oleh Zwicky Transient Facility di Observatorium Palomar. Peristiwa ini langsung menarik perhatian karena kemiripannya dengan peristiwa langka dan cerah lainnya, seperti AT 2018cow dan Luminous Fast Blue Optical Transients (LFBOTs). LFBOT adalah kilatan cahaya sangat terang yang memudar dengan cepat, memancarkan radiasi berenergi tinggi ke seluruh spektrum elektromagnetik.

Pengamatan lanjutan dengan Teleskop Liverpool dan pesawat ruang angkasa Swift milik NASA mengkonfirmasi warna biru ekstrim dan emisi sinar-X Whippet – ciri-ciri bintang yang terkoyak oleh lubang hitam. Pengukuran jarak mengesampingkan supernova konvensional, sehingga memperkuat interpretasi TDE.

Gelombang Kejut dan Materi yang Disemburkan

Kehancuran tersebut melepaskan gelombang kejut yang menyebar ke luar dengan kecepatan sekitar 20% kecepatan cahaya (134 juta mil per jam). Gelombang ini menghantam gas di sekitarnya, dan menghilang setelah sekitar enam bulan.

Mungkin yang lebih menarik lagi, para ilmuwan mendeteksi helium bergerak menjauh dari peristiwa tersebut dengan kecepatan menakjubkan 13 juta mil per jam. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa bagian inti bintang selamat dari spagetifikasi awal, atau ada bagian ketiga dalam sistem yang terkena dampak emisi lubang hitam. Asal usul bahan ini masih belum pasti.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa seperti Whippet jarang terjadi namun penting. Mereka tidak hanya mengkonfirmasi keberadaan lubang hitam tetapi juga memberikan wawasan tentang pertumbuhannya, kebiasaan makannya, dan faktor fisika ekstrem yang berperan dalam tabrakan kosmik ini. Mempelajari peristiwa-peristiwa ini membantu para astronom memetakan distribusi lubang hitam dan memahami bagaimana raksasa-raksasa ini membentuk alam semesta di sekitar mereka. Temuan ini dipresentasikan pada konferensi American Astronomical Society (AAS) dan akan diterbitkan dalam Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society.

Whippet berfungsi sebagai pengingat akan kekuatan alam semesta dan proses kekerasan namun mendasar yang mendorong evolusi kosmik.

Artikulli paraprakAnjing Dapat Mempelajari Kata-kata dengan Menguping, Penelitian Baru Menunjukkan
Artikulli tjetërKenapa Perut Tidak Mencerna Sendiri