Kenapa Perut Tidak Mencerna Sendiri

10

Perut manusia mampu menangani zat yang sangat korosif – cukup kuat untuk melarutkan logam – namun tetap utuh. Ini bukan suatu kebetulan; perut telah mengembangkan pertahanan khusus untuk menahan kekuatan pencernaannya sendiri. Pertanyaan mengapa asam lambung tidak membakar seluruh organ adalah pertanyaan yang krusial, karena hal ini mengungkapkan bagaimana sistem biologis mengatur proses kimia yang ekstrim.

Realitas Keras di Dalam Perut Anda

Fungsi utama lambung adalah memecah makanan menjadi komponen yang dapat diserap. Hal ini memerlukan bahan kimia yang kuat, terutama asam klorida, bersama dengan enzim pencernaan seperti pepsin dan lipase. Zat-zat ini tidak hanya cukup kuat untuk memecah makanan; mereka bisa merusak perut itu sendiri jika bukan karena perlindungan alami.

Sally Bell dari Monash University menjelaskan bahwa peran lambung adalah mereduksi makanan hingga ke bagian dasarnya sebelum mencapai usus kecil, oleh karena itu lambung memerlukan lingkungan yang kuat. Tapi ini juga berarti paparan terus-menerus terhadap bahan-bahan yang berbahaya.

Penghalang Lendir: Perisai Alam

Lapisan lambung dilindungi oleh lapisan lendir yang tebal. Ini bukan sembarang lendir; bersifat basa dan kaya akan bikarbonat, yang secara efektif menetralkan asam sebelum dapat merusak dinding lambung.

Bell, sel-sel ini menghasilkan “lapisan yang sangat tebal dan lengket…yang menyangga asam.” Penghalang ini terus diperbarui oleh sel epitel, memastikan perlindungan berkelanjutan. Tanpanya, asam dan enzim akan dengan cepat mengikis lapisan lambung, menyebabkan tukak dan, akhirnya, perforasi.

Pertahanan Melampaui Pencernaan

Lingkungan asam memiliki tujuan kedua: membunuh bakteri berbahaya. Benjamin Levy III dari University of Chicago Medicine mencatat bahwa cairan lambung menghancurkan patogen dan mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan, terutama dari penyakit bawaan makanan. Ini adalah mekanisme kelangsungan hidup yang penting untuk memastikan tubuh tidak terkena infeksi dari makanan yang terkontaminasi.

Apa yang Salah?

Meskipun lambung memiliki ketahanan yang baik, lapisan pelindungnya dapat terganggu. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang berlebihan seperti ibuprofen merusak lapisan lambung dengan menghambat produksi prostaglandin, mengurangi sekresi lendir dan bikarbonat. Faktor gaya hidup seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga melemahkan pelindung.

Bahkan pola makan pun berperan: makanan asam atau pedas dapat membebani pertahanan lambung, memicu iritasi atau naiknya asam lambung.

Ancaman dan Pengobatan Bakteri

Bakteri tertentu, seperti Helicobacter pylori, dapat menghindari pertahanan lambung dengan merusak lapisan lendir. Infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik, namun hal ini menunjukkan bahwa organ yang terlindungi dengan baik pun tidak sepenuhnya kebal.

Kemampuan perut untuk menahan lingkungan korosifnya merupakan bukti kekuatan seleksi alam. Organ ini telah berevolusi untuk menjalankan fungsi penting—pencernaan dan pertahanan—sekaligus melindungi dirinya dari kekuatan penghancurnya sendiri.

Artikulli paraprakLubang Hitam Melahap Bintang dalam Ledakan Kosmik yang Memecahkan Rekor
Artikulli tjetërFase Bulan Malam Ini: Waxing Gibbous pada tanggal 29 Desember 2025