NASA telah menugaskan empat astronotnya untuk menaiki kapsul Orion untuk memulai penerbangan lintas bulan berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun. Hal ini menandai momen penting dalam eksplorasi ruang angkasa, menandakan fokus baru pada misi bulan dan mempersiapkan landasan bagi kehadiran manusia yang berkelanjutan di luar Bumi. Misi Artemis II bukan sekadar kembalinya simbolis ke bulan; ini adalah pengujian ketat terhadap sistem yang penting untuk pendaratan di bulan di masa depan dan tempat tinggal jangka panjang.
Mendekati Bulan
Para astronot akan memulai pembakaran mesin kritis yang berlangsung kurang dari enam menit, mendorong Orion keluar dari orbit Bumi dan menuju lintasan tiga hari menuju bulan. Pembakaran injeksi translunar ini, yang dijadwalkan pada pagi hari, dipantau secara ketat oleh pengontrol penerbangan untuk memastikan ketepatannya. Jika berhasil, Artemis II akan mengirim awaknya lebih jauh dari Bumi dibandingkan yang pernah dilakukan manusia sebelumnya, sehingga mendorong batas-batas perjalanan luar angkasa.
Pelayaran Bersejarah
Misi 10 hari ini bertujuan untuk mengelilingi sisi jauh bulan, memanfaatkan gravitasi bulan untuk perjalanan pulang pergi. Para kru – tiga orang Amerika dan satu orang Kanada – diluncurkan pada hari Rabu ke kerumunan yang mengingatkan pada era Apollo. Nama misi ini diambil dari nama dewi Yunani Artemis, kembaran Apollo, yang mencerminkan ambisi historis umat manusia dalam eksplorasi bulan.
Menguji Masa Depan
Meskipun perjalanannya spektakuler, sebagian besar perjalanan berfokus pada tes praktik untuk misi Artemis yang akan datang. Tantangan awal telah muncul: gangguan komunikasi kecil, fluktuasi suhu di dalam kabin, dan indikator toilet yang rusak. Para kru juga mempraktikkan manuver kapsul manual, yang penting untuk prosedur docking di masa depan dengan pendarat bulan, termasuk yang direncanakan untuk Artemis III dan IV.
Perlombaan Luar Angkasa Baru
Artemis II diperkirakan akan memecahkan rekor jarak yang dibuat oleh Apollo 13 pada tahun 1970. Ketinggian yang lebih tinggi (4.000 hingga 6.000 mil di atas bulan) menawarkan kondisi pengujian yang unik dan pemandangan sisi jauh bulan yang menakjubkan. NASA memiliki rencana ambisius untuk membangun pangkalan permanen di bulan, mendorong kehadiran manusia dalam jangka panjang di bulan dan Mars. Misi ini dilakukan bersamaan dengan perlombaan antariksa yang baru, dengan Tiongkok juga menargetkan misi berawak ke bulan pada tahun 2030, menjadikan Artemis sebagai demonstrasi kepemimpinan Amerika dalam eksplorasi luar angkasa.
Misi Artemis mewakili lebih dari sekedar mencapai bulan lagi; tujuan mereka adalah membangun kehadiran jangka panjang di luar angkasa, membangun infrastruktur, dan menguji teknologi untuk eksplorasi lebih dalam di tata surya kita.





















