Badai Kutub Jupiter dan Saturnus: Menyelami Perbedaan Atmosfer

3

Raksasa gas Jupiter dan Saturnus memiliki banyak kesamaan – komposisi, kecepatan putaran, emisi panas, dan bahkan kecenderungan untuk mengoleksi bulan. Meskipun terdapat kemiripan, badai kutubnya menunjukkan perbedaan yang mencolok: Saturnus memiliki satu pusaran besar di setiap kutubnya, sedangkan Yupiter memiliki badai pusat yang dikelilingi oleh cincin pusaran yang lebih kecil. Misteri lama ini telah membingungkan para ilmuwan, namun penelitian baru menunjukkan bahwa jawabannya terletak pada struktur internal planet dan cara mereka mengatur perkembangan badai.

Kunci Kesenjangan: Kendala Atmosfer

Ilmuwan planet Wanying Kang dan Jiaru Shi dari MIT mengusulkan bahwa perbedaan pola badai berasal dari bagaimana atmosfer setiap planet memungkinkan badai tumbuh dan terhubung dengan lapisan yang lebih dalam. Atmosfer Saturnus tampaknya memungkinkan badai meluas dengan bebas, sehingga menghasilkan pusaran kutub tunggal yang dominan. Sebaliknya, Jupiter tampaknya memberikan batasan alami pada ukuran badai, sehingga menimbulkan konfigurasi multi-badai.

Menurut para peneliti, hal ini ditentukan oleh seberapa kuat badai tersebut berpasangan dengan interior planet. Semakin dalam hubungannya, semakin besar kemungkinan terjadinya penggabungan badai. Jika interiornya lebih lembut, ukuran badai tetap terbatas. Jika lebih sulit, mereka bergabung menjadi satu pusaran.

“Studi kami menunjukkan bahwa, bergantung pada sifat interior dan kelembutan dasar pusaran, hal ini akan memengaruhi jenis pola fluida yang Anda amati di permukaan,” kata Wanying Kang.

Mengapa Ini Penting: Menghubungkan Cuaca Permukaan dengan Struktur Internal

Penemuan ini penting karena menunjukkan adanya korelasi langsung antara pola cuaca yang terlihat di suatu planet dan sifat internalnya yang tersembunyi. Kedalaman lapisan atmosfer, intensitas panas internal, dan laju gesekan, semuanya berperan dalam menentukan bagaimana badai berevolusi.

Atmosfer Jupiter yang lebih dalam dan lebih energik memungkinkan terbentuknya berbagai vortisitas tanpa menyatu, sehingga menciptakan pola “pizza pepperoni” yang berbeda. Atmosfer Saturnus, dengan lapisan atau gesekannya yang lebih jelas, memungkinkan badai menyatu menjadi pusaran tunggal yang dominan.

Apa yang Ada di Bawah Permukaan?

Model tim ini menyiratkan bahwa Saturnus mungkin memiliki interior yang lebih keras dan lebih padat daripada Jupiter, serta berpotensi diperkaya dengan logam dan material yang dapat terkondensasi. Stratifikasi ini dapat menjelaskan mengapa badai di Saturnus bergabung sedangkan badai di Jupiter tidak.

Temuan ini bukanlah bukti pasti, namun menyoroti potensi penggunaan pola cuaca permukaan sebagai jendela untuk melihat bagian dalam planet. Memahami dinamika ini dapat menyempurnakan model pembentukan dan evolusi raksasa gas.

Badai kutub di Jupiter dan Saturnus, yang tadinya penuh teka-teki, kini mungkin memberi tahu kita sesuatu yang mendasar tentang dunia di bawah awannya yang berputar-putar.