El Niño yang Menjulang Mengancam Suhu Global yang Memecahkan Rekor

21
El Niño yang Menjulang Mengancam Suhu Global yang Memecahkan Rekor

Para peramal cuaca memperingatkan kemungkinan terjadinya peristiwa El Niño yang kuat pada musim panas ini, yang dapat mendorong suhu global ke tingkat ekstrem baru. Kemungkinan terjadinya perubahan pola iklim ini tinggi, dengan kemungkinan terjadinya El Niño sebesar 62% antara bulan Juni dan Agustus, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Memahami El Niño

El Niño adalah fase hangat dari El Niño-Southern Oscillation (ENSO), suatu pola iklim alami yang didorong oleh fluktuasi suhu Samudra Pasifik. Ketika El Niño terjadi, air hangat menumpuk di dekat khatulistiwa, sehingga mengubah pola cuaca di seluruh dunia. Di A.S., hal ini biasanya berarti kondisi yang lebih hangat dan kering di wilayah utara, sementara Gulf Coast dan Tenggara menghadapi peningkatan risiko banjir.

Saat ini, Pasifik sedang bertransisi dari La Niña—fase dingin ENSO—seiring dengan kenaikan suhu laut. Agar El Niño dapat diumumkan secara resmi, suhu tersebut harus tetap berada pada angka minimal 0,9 derajat Fahrenheit (0,5 derajat Celsius) di atas rata-rata.

Risiko El Niño “Super”.

El Niño tahun ini berpotensi menjadi peristiwa “super” jika suhu permukaan laut melebihi rata-rata 3,6 derajat Fahrenheit (2 derajat Celsius). AccuWeather memperkirakan kemungkinan terjadinya El Niño sebesar 15% pada bulan November, sementara NOAA memperkirakan satu dari tiga kemungkinan terjadinya El Niño kuat antara bulan Oktober dan Desember. Intensitas pastinya masih belum pasti.

Mengapa hal ini penting? Peristiwa El Niño tidak hanya memengaruhi suhu tetapi juga aktivitas badai. El Niño yang kuat biasanya menekan badai Atlantik dan meningkatkan badai di Pasifik. Siklus ENSO, yang bergantian antara El Niño dan La Niña setiap dua hingga tujuh tahun, merupakan faktor penting dalam variabilitas iklim global.

Sejarah Terkini dan Pandangan Masa Depan

Siklus El Niño terakhir (Mei 2023 hingga Maret 2024) hampir mencapai status “super”, namun lonjakan suhu tidak bertahan cukup lama. Super El Niño sebelumnya terjadi pada tahun 2015-2016. Dunia sudah mengalami rekor panas tertinggi pada tahun 2024, dan El Niño lainnya dapat mendorong suhu lebih tinggi lagi.

Ilmuwan iklim Zeke Hausfather memperkirakan tahun 2027 kemungkinan besar akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, mengingat adanya perbedaan sejarah antara ENSO dan suhu permukaan. El Niño yang akan datang dapat mempercepat tren pemanasan ini, menambah panas yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Munculnya El Niño merupakan indikator utama potensi suhu ekstrem global. Memantau perkembangannya sangat penting untuk memahami dan bersiap menghadapi dampak iklim yang akan datang.