Bulan Mei 2026 menawarkan kepada pengamat langit fitur ganda langit yang unik: “bulan mikro” pertama pada musim ini, diikuti oleh “Bulan Biru” langka yang juga merupakan bulan mikro. Meskipun kedua peristiwa tersebut menampilkan Bulan pada ukuran terkecilnya dalam setahun, keduanya memberikan peluang berbeda untuk observasi dan fotografi.
Bunga Micromoon: Kecil, Jauh, dan Cerah
Bulan dimulai dengan Bulan Bunga, yang mencapai iluminasi 100% pada pukul 13.24. EDT pada hari Jumat, 1 Mei. Meskipun puncak iluminasi terjadi pada siang hari di Amerika Utara, Bulan akan tampak terang benderang dengan mata telanjang sepanjang malam Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Ini diklasifikasikan sebagai micromoon karena bertepatan dengan apogee Bulan—titik dalam orbit elipsnya yang terjauh dari Bumi. Dengan jarak sekitar 250.000 mil (402.000 kilometer), Flower Moon berada sekitar 5% lebih jauh dari kita dibandingkan rata-rata. Akibatnya, bulan tampak sedikit lebih kecil dan lebih redup dibandingkan bulan purnama pada umumnya. Hal ini sangat kontras dengan “supermoon” yang diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun ini, khususnya supermoon besar yang dijadwalkan pada Malam Natal.
Mengapa ini penting: Fenomena bulan mikro menyoroti sifat elips orbit Bulan. Memahami variasi ini membantu mengkontekstualisasikan perbedaan ukuran dramatis yang terlihat antara supermoon dan micromoon sepanjang tahun kalender.
Ilusi Bulan dan Pergeseran Warna
Meskipun letaknya jauh secara fisik, Flower Moon akan tetap tampak besar bagi pengamat saat ia terbit di cakrawala. Hal ini disebabkan oleh ilusi bulan, yaitu efek psikologis di mana otak menganggap Bulan lebih besar jika dilihat dari objek latar depan seperti pohon atau bangunan.
Saat Bulan terbit tak lama setelah matahari terbenam pada May Day (menandai titik tengah antara titik balik matahari musim semi dan titik balik matahari musim panas), Bulan mungkin juga akan berubah warna menjadi oranye. Pergeseran warna ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh, saat sinar matahari melewati lebih banyak atmosfer bumi dengan sudut rendah, menghamburkan cahaya biru dan memungkinkan panjang gelombang merah dan oranye mendominasi.
Final Bulan Biru yang Langka
Bulan Mei diakhiri dengan kejadian langka: Bulan Biru pada tanggal 31 Mei. Dalam istilah astronomi, Bulan Biru adalah bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Menurut NASA, hanya 6% bulan purnama yang memenuhi syarat sebagai Bulan Biru, dan bulan purnama hanya dapat terjadi pada bulan-bulan dengan 31 hari, dan muncul pada beberapa hari terakhir dalam bulan tersebut.
Menambah keunikannya, Blue Moon di bulan Mei juga merupakan micromoon. Faktanya, ini akan menjadi bulan purnama terjauh dan terkecil sepanjang tahun. Hal ini menjadikan Mei 2026 sebagai bulan istimewa bagi para penggemar bulan, karena menawarkan dua pemandangan Bulan yang berbeda dengan ukuran minimum yang terlihat.
Memberi Nama Tradisi dan Tips Pengamatannya
Nama “Bunga Bunga” mencerminkan mekarnya flora di Belahan Bumi Utara pada bulan Mei. Namun, ia memiliki banyak nama sejarah lainnya, termasuk Budding Moon, Egg Laying Moon, dan Planting Moon. Orang Anishinaabe di wilayah Great Lakes menyebutnya sebagai Nimebine Giizis, atau Sucker Moon.
Meskipun mata telanjang sudah cukup untuk mengapresiasi fase dan warna Bulan, tampilan yang ditingkatkan akan mengungkap lebih banyak detail.
* Teleskop dan Teropong: Teleskop di halaman belakang atau teropong pengamatan bintang dapat membantu menemukan bangunan terkenal, seperti lokasi pendaratan Apollo dan kawah besar.
* Fotografi: Kamera dengan lensa zoom yang layak dapat menangkap gambar fitur permukaan Bulan yang menakjubkan, terutama saat letaknya rendah di cakrawala.
Kesimpulan: Mei 2026 merupakan kesempatan langka untuk mengamati Bulan pada ukuran terkecilnya sebanyak dua kali dalam satu bulan. Mulai dari kemunculan Flower Micromoon yang berwarna oranye hingga Blue Moon yang sangat kecil di akhir bulan, peristiwa-peristiwa ini memberikan demonstrasi yang jelas mengenai mekanika orbital dan efek atmosfer.
