Teori Pembentukan Tantangan Tatanan Planet yang Tidak Biasa

21

Para astronom telah menemukan sistem eksoplanet, LHS 1903, yang tampaknya menentang model pembentukan planet standar. Konfigurasi sistem – planet berbatu yang mengapit raksasa gas – menunjukkan sejarah awal yang kacau, yang berpotensi membentuk kembali pemahaman kita tentang bagaimana sistem planet berevolusi.

Anomali Dijelaskan

LHS 1903, sebuah bintang katai merah yang berjarak 116 tahun cahaya, menampung empat planet yang tersusun dalam urutan yang tidak terduga: berbatu, gas, gas, lalu berbatu. Hal ini tidak biasa karena teori pembentukan planet memperkirakan bahwa dunia berbatu akan terbentuk paling dekat dengan bintang (yang panasnya mencegah retensi gas) dan planet gas yang lebih jauh (yang suhunya memungkinkan pertambahan gas).

Sistem ini melanggar aturan tersebut dan mengisyaratkan adanya gangguan yang signifikan. Andrew Cameron dari Universitas St. Andrews menjelaskan, “Hal-hal buruk memang terjadi pada sistem planet yang masih muda… Sistem ini tampak seperti sesuatu yang telah dibalik.” Planet-planet tersebut mengorbit dalam waktu kurang dari 30 hari, semuanya berada dalam ruang kompak, dan berkisar antara 1,4 hingga 2,5 kali radius Bumi.

Apa yang telah terjadi?

Penjelasan yang paling mungkin adalah migrasi planet. Pada awal kehidupan sistem ini, gaya gravitasi mungkin telah menyebabkan planet-planet luar berputar ke dalam. Hal ini bisa saja dipicu oleh tabrakan dengan benda besar, yang menghilangkan atmosfer planet terluar, atau karena hamburan material secara umum yang membentuk ulang sistem.

Terlambatnya pembentukan planet keempat juga berperan. Gas ini mungkin tumbuh setelah sistem “kehabisan bahan bakar”, sehingga mencegahnya memperoleh atmosfer yang signifikan.

Mengapa Ini Penting

LHS 1903 menawarkan wawasan berharga mengenai kekerasan yang dapat terjadi selama pembentukan planet. Tata surya kita kemungkinan besar mengalami kekacauan serupa pada tahap awal, dengan Jupiter dan Saturnus berpindah orbit, menghamburkan asteroid, dan mungkin menukar posisi Uranus dan Neptunus.

Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa sistem planet tidak selalu tersusun rapi. Hal ini sering kali diakibatkan oleh proses yang bergejolak. Pengamatan lebih lanjut terhadap sistem seperti LHS 1903 akan membantu menyempurnakan pemahaman kita tentang bagaimana planet terbentuk dan seberapa umum sejarah kekacauan tersebut.

Konfigurasi sistem yang tidak biasa ini menyoroti bahwa pembentukan planet bukanlah proses yang dapat diprediksi, dan stabilitas tata surya kita mungkin lebih luar biasa daripada yang diperkirakan sebelumnya.