Mengapa Anda Tidak Memperhatikan Hidung Anda

19

Seringkali, Anda tidak secara sadar melihat hidung Anda sendiri, meskipun hidung tersebut berada tepat di depan wajah Anda. Ini bukanlah cacat penglihatan; ini adalah aspek mendasar tentang cara otak Anda memproses informasi. Kita tidak melihat dunia sebagaimana adanya, namun sebagai model yang dibangun untuk kelangsungan hidup.

Efisiensi Otak

Ilmuwan visi Michael Webster menjelaskan bahwa otak kita memprioritaskan perubahan dan hal baru. Terus-menerus memproses fitur statis seperti hidung kita akan membuang-buang energi mental. Sebaliknya, otak menyaring informasi yang dapat diprediksi untuk fokus pada hal yang penting: ancaman, makanan, dan navigasi.

Efisiensi ini tidak hanya terbatas pada hidung. Otak Anda secara aktif menekan kebisingan visual dari tubuh Anda sendiri. Misalnya saja, pembuluh darah di mata Anda menciptakan bayangan, namun Anda jarang menyadarinya kecuali secara sengaja terlihat saat pemeriksaan mata. Otak membatalkan kekacauan visual yang terus-menerus ini.

Mengisi Kesenjangan

Yang lebih mengejutkan lagi, otak Anda tidak hanya mengabaikan informasi—tetapi juga menciptakan informasi tersebut. Setiap orang mempunyai titik buta di mana saraf optik keluar dari mata, sebuah celah yang cukup besar untuk mengaburkan lebih dari dua bulan purnama dalam penglihatan Anda. Namun, Anda tidak merasakan adanya lubang pada penglihatan Anda karena otak Anda mengisinya berdasarkan detail di sekitarnya. Jika Anda melihat permukaan berwarna putih, otak Anda berasumsi bahwa area yang hilang tersebut juga berwarna putih.

Kesadaran dan Persepsi

Hidung yang “menghilang” menunjukkan bahwa penglihatan kita bukanlah rekaman realitas yang pasif. Ini adalah konstruksi aktif, model yang dirancang untuk kegunaan, bukan akurasi mutlak. Anda dapat memaksakan diri untuk menyadari hidung Anda dengan secara sadar memusatkan perhatian padanya, namun dalam keadaan normal, otak Anda mengabaikannya.

“Bahkan model ini sendiri sebenarnya hanyalah informasi yang Anda perlukan untuk bertahan hidup. Model ini tidak benar-benar memberi tahu Anda apa realitas dunia saat ini.”

Hal ini menyiratkan bahwa persepsi kita bukan tentang melihat dunia sebagaimana adanya, melainkan tentang menerima data minimum yang diperlukan agar dapat berfungsi. Otak memberikan informasi yang cukup untuk bertahan hidup, dan detail yang tidak diperlukan menghilang ke latar belakang.

Kesimpulannya, alasan mengapa Anda biasanya tidak melihat hidung bukanlah karena cacat pada penglihatan Anda, namun merupakan bukti efisiensi otak yang luar biasa dalam menyaring dan membangun realitas. Dunia yang Anda rasakan bukanlah salinan sempurna dari apa yang ada, namun model sederhana yang dirancang untuk kelangsungan hidup.